Guru adalah ujung tombak untuk membenahi layanan pendidikan di masing-masing zona. Sehingga, definisi keberhasilan guru haruslah diubah, yaitu dapat mendidik dan mengantarkan seluruh siswa menjadi berprestasi, tanpa diskriminasi. Guru yang hebat itu bisa mengantar semuanya menjadi pintar, dan sekolah favorit itu bisa mengantar seluruh siswa menjadi pintar

Muhammadiyah berkemajuan; yaitu Muhammadiyah yang maju dengan dinamis, mandiri, produktif, dan proaktif sesuai prinsip dan kepribadiannya sebagai gerakan Islam bermisi dakwah dan tajdid. Kemajuan dalam segala dimensi kehidupan baik rohani maupun materi inilah yang kemudian oleh Muhammadiyah diistilahkan dengan istilah Islam Berkemajuan.

Sambutan Ibu Tri Endang Kustianingsih, M.Pd.
Kepala Bidang Sekolah Menengah
Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Peresmian Pembukaan GIM oleh Sekretaris PDM Bapak Jemadi, M.A

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 388/KEP/III.4/D/2022 tentang “Pengangkatan dan Penetapan Guru Inti Muhammadiyah (GIM) SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya” periode 2022-2024. GIM sebagai wadah guru-guru Muhammadiyah dalam meningkatkan profesionalisme guru yang bertanggungjawab kepada Majelis Dikdasmen PDM Kota Surabaya.
Guru Inti Muhammadiyah (GIM) dalam tugas pertamanya untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melakukan “Diseminasi Kurikulum Merdeka” pada 5 (lima) wilayah di Surabaya dengan sasaran guru-guru SMP/MTs Muhammadiyah atau 17 Sekolah.
Jadwal diseminasinya adalah sebagai berikut: Tanggal 29 Oktober 2022 dilaksanakan pada 2 sekolah yaitu di SMP Muhammadiyah 11 (Guru SMPM 7, 11 dan 14) dengan pemateri GIM Drs. Bunyani, dan di SMP Muhammadiyah 4 (Guru SMPM 4, 6, 9 dan 17) dengan pemateri GIM Rr. Martiningsih, S.Pd. M.Pd.
Di SMP Muhammadiyah 4 sekaligus dijadikan Launcing Guru Inti Muhammadiyah (GIM) dan Pembukaan Diseminasi Kurikulum Merdeka, yang dihadiri oleh Ibu Tri Endang K., M.Pd.(Kabid dikmen Dispendik Kota Surabaya) dan Muhammad Jemadi, MA (Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Kota Surabaya).
Jadwal berikutnya tanggal 5 November 2022 akan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 15 (Guru SMPM 13, 15, 16 dan MTsM 19) dan di SMP Muhammadiyah 5 (Guru SMPM 5, 10 dan 18). Terakhir akan dilaksanakan di BGJ tanggal 12 November 2022 (Guru SMPM 1, 2 dan 3) sekaligus penutupan kegiatan Diseminasi Kurikulum Merdeka.
Penulis: Kang Boen

Foto sebelum kegiatan

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD. Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) terdiri atas satu fase, yaitu fase Fondasi.

Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah terdiri dari 6 fase (A–F), atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C). Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah juga disusun untuk setiap mata pelajaran.

Murid berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Sementara itu, murid berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual dapat menggunakan CP umum dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.

Jika Capaian Pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai murid di akhir fase, maka Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran.

  • Alur menjadi panduan guru dan murid untuk mencapai Capaian Pembelajaran di akhir suatu fase.
  • Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
  • Guru dapat menyusun ATP masing-masing, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran.
  • Pemerintah akan menyediakan beberapa contoh ATP yang bisa langsung digunakan atau dimodifikasi, dan membuat panduan untuk penyusunan perangkat ajar.

Pembelajaran sesuai tahap capaian belajar murid (teaching at the right level) adalah pendekatan belajar yang berpusat pada kesiapan belajar murid, bukan pada tingkatan kelas.

Apa tujuan pembelajaran ini?

  • Sebagai bentuk implementasi filosofi ajar Ki Hadjar Dewantara yang berpusat pada murid
  • Menguatkan kompetensi numerasi dan literasi murid
  • Agar setiap murid mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan

Bagaimana pembelajaran dilakukan?

Murid dalam fase perkembangan yang sama bisa memiliki tingkat pemahaman dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, pada model pembelajaran ini, cara dan materi pembelajaran divariasikan berdasarkan tingkat pemahaman dan kesiapan murid.

Apa itu fase perkembangan?

Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai murid, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhannya.

SD, SMP, SMA, SMK (MI, MTs, MA, MAK)

  • Fase A: SD/MI kelas 1–2
  • Fase B: SD/MI kelas 3–4
  • Fase C: SD/MI kelas 5–6
  • Fase D: SMP/MTs kelas 7–9
  • Fase E: SMA/MA, SMK/MAK kelas 10
  • Fase F: SMA/MA, SMK/MAK kelas 11–12

Sinkronisasi Jenjang, Usia Mental, dan Usia Kronologis

Fase A

  • Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 1–2)
  • Usia kronologis: ≤ 6–8 tahun
  • Usia mental: ≤ 7 tahun

Fase B

  • Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 3–4)
  • Usia kronologis: 9–10 tahun
  • Usia mental: ± 8 tahun

Fase C

  • Jenjang/kelas: SD/MI (kelas 5–6)
  • Usia kronologis: 11–12 tahun
  • Usia mental: ± 8 tahun

Fase D

  • Jenjang/kelas: SMP/MTs (kelas 7–9)
  • Usia kronologis: 13–15 tahun
  • Usia mental: ± 9 tahun

Fase E

  • Jenjang/kelas: SMA/MA, SMK/MAK (kelas 10)
  • Usia kronologis: 16–17 tahun
  • Usia mental: ± 10 tahun

Fase F

  • Jenjang/kelas: SMA/MA, SMK/MAK (kelas 11–12)
  • Usia kronologis: 17–23 tahun
  • Usia mental: ± 10 tahun

Bagaimana cara menentukan kemajuan hasil belajar?

Kemajuan hasil belajar murid dilakukan melalui evaluasi pembelajaran atau asesmen. Murid yang belum mencapai capaian pembelajaran akan mendapatkan pendampingan agar mencapai capaian pembelajarannya.

Bagaimana tahapan pelaksanaan pembelajaran dan asesmen?

Perencanaan

Guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, yang mencakup rencana asesmen formatif yang akan dilakukan di awal pembelajaran dan asesmen sumatif di akhir pembelajaran.

Asesmen Awal Pembelajaran

  • Asesmen awal bertujuan untuk untuk menilai kesiapan masing-masing murid untuk mempelajari materi yang telah dirancang.
  • Dengan demikian, guru bisa melakukan pengelompokkan murid berdasarkan tingkat kesiapan yang sama.

Pembelajaran

  • Selama proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala.
  • Di akhir proses pembelajaran, guru akan mengadakan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini juga bisa digunakan sebagai asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *