SEKILAS INFO
: - Tuesday, 27-10-2020
  • 1 tahun yang lalu / حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir “Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”
  • 1 tahun yang lalu / Surat Mujadilah/58 ayat 11, يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Hukum Newton

Sir Isaac Newton (1642-1727) adalah ilmuwan inggris yang mempelajari tentang mekanika, yaitu suatu cabang fisika yang mempelajari tentang gerak setelah melakukan kajian terhadap pendapat yang dikemukakan oleh Aristoteles dan Galileo Galilei mengenai gerak suatu benda. Penyebab gerak atau perpindahan kedudukan dari suatu benda dikarenakan oleh gaya, jadi apabila ada suatu gaya yang bekerja maka benda itu akan bergerak.

 

Hukum Newton terdiri dari hukum I, II, dan III Newton.

Newton menyimpulkan bahwa : “Jika resultan gaya – gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula – mula diam akan tetap diam dan benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan”.

 

Secara sistematis, hukum I Newton dapat dirumuskan :

Jika ∑F=0, maka a=0 atau v=konstan

 

dimana

∑F = resultan gaya

a = percepatan

v = kesepatan

 

sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut :

  • Benda diam akan tetap diam.
  • Benda bergerak akan tetap bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap
  • Percepatan benda adalah nol.

 

Sifat benda yang mempertahankan keadaan diam atau keadaan geraknya disebut inersia atau kelembaman (kemalasan). Oleh karena itu hukum I Newton dikenal dengan hukum kelembaman.

Contoh peristiwa yang berhubungan dengan hukum I Newton :

  • Seorang astronot yang bekerja di dalam laboratorium ruang angkasa bisa melayang-layang. Jika ingin berpindah ke tempat lain, ia tinggal mendorong sesuatu sehingga ia dapat begerak ke arah yang diinginkan.
  • Ketika kita sedang duduk di mobil yang sedang melaju tiba-tiba direm, maka tubuh kita akan terdorong ke depan, sebaliknya jika tiba-tiba di gas maka tubuh kita akan terdorong ke belakang.
  • Sebuah mobil berjalan dengan kecepatan 100 km/jam, pada saat mobil berjalan terdapat dua buah gaya yang bekerja yaitu gaya dorong pada mesin dan gaya gesek (dengan udara dan antara ban dengan jalan). Jika resultan gaya yang bekerja pada mobil sama dengan nol maka mobil dapat melaju dengan kecepatan konstan 100 km/jam.HUKUM II NEWTON 

    Coba bayangkan jika 2 buah truk, truk A mempunyai massa yang lebih besar dari truk B. Jika kedua truk tersebut diberikan gaya yang sama maka truk manakah yang mempunyai percepatan yang lebih besar ? Tentu truk B.

    Dari ilustrasi peristiwa di atas, dapat di simpulkan bahwa semakin besar massa benda maka semakin kecil percepatan yang dialami benda tersebut, dan Newton merumuskannya dalam Hukum II Newton yang berbunyi : “Percepatan sebuah benda sebanding dengan resultan gaya yang bekerja pada benda itu dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut”.

    Hukum II Newton di rumuskan :

    keterangan :

    a   = percepatan benda (m/s2)

    ∑F = resultan gaya (N)

    m  = massa benda (Kg)

    HUKUM III NEWTON

     

    Pernahkah kalian bermain bola kaki? Pernahkah kalian berpikir bahwa kalian memberikan gaya pada bola maka kaki kalian mendapat gaya balik (reaksi) dari bola? Buktinya setelah kalian menendang bola maka kaki kalian akan terdorong ke belakang.

     

    Berdasarkan fenomena di atas Newton merumuskan hukumnya yang ketiga yang berbunyi :

    “Ketika benda pertama memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua juga memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda yang pertama”.

     

    Hukum di atas disebut hukum aksi – reaksi : “Untuk setiap gaya aksi akan ada gaya reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah”. Perlu diingat bahwa ‘gaya aksi’ dan ‘gaya reaksi’ bekerja pada benda yang berbeda. Hukum III Newton secara matematis dapat di tuliskan :

     

    F aksi     =    –  F reaksi             Tanda (-) menunjukkan arah yang berlawanan

     

    Contoh penerapan Hukum III Newton :

    • Senapan yang ditembakkan seseorang mengakibatkan peluru terdorong keluar dari senapan sedangkan senapan terdorong ke belakang
    • Saat kalian mendorong tembok maka tembok juga mendorong kalian
    • Sebuah roket yang bergerak di angkasa. gaya dorong semburan bahan bakar ke belakang menyebabkan roket terdorong ke depan
    • Seorang pemain skateboard mendorong kakinya ke belakang menyebabkan skateboard terdorong ke depan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

Hari Anak Nasional

Jadwal UNBK